Sinis Menatap Dunia…

Uncategorized

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 20,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 7 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.


D*mn! Valentino Rossi menggila (lagi)!

Memang juara Balap MotoGP seri pertama 2013 yang digelar di Sirkuit internasional Losail, Qatar, Minggu (7/4, Senin dini hari di Indonesia) adalah Jorge Lorenzo, tapi pemenang sesungguhnya bagi penonton adalah Valentino Rossi. Perjuangannya untuk berada diposisi kedua dari posisi ketujuh dikebut di 2 lap terakhir, bahkan di lap terakhir menjelang finish terlibat saling kejar dan saling berganti posisi dengan pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez. Seru tingkat dewa deh kata anak-anak sekarang. Gak sia-sia juga begadang walaupun tidak bagus untuk kesehatan kata Bang Haji + gak sempat Apel Pagi besok…


(lebih…)


Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa + Link Download

Selamat siang, ketemu lagi di Bulan April sodara-sodara.
Lama juga samawaholic.com tanpa postingan. Maklumlah jadwal ngulinya lumayan padat :p
Mumpung masih hangat dari penggorengan, saya akan membagi Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 16/2013 tentang Perubahan atas Permendagri No 37/2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013. Masa mulai berlakunya di Kabupaten Sumbawa sendiri sejak tanggal 1 April 2013.
Point yang penting pada Peraturan Bupati Sumbawa 2/2013 ini adalah biaya perjalanan dinas akan bersistem at cost atau dibayar sesuai dengan kebutuhan.
Nah, perbedaan perjalanan dinas sistem at cost dengan perjalanan dinas yang kemarin-kemarin apa sih?
Sepengetahuan saya, sebelumnya pemberlakuan at cost hanya untuk komponen tiket perjalanan dinas, sementara penginapan masih menggunakan sistem lama yakni lumpsum. Pada Peraturan Bupati Sumbawa 2/2013 biaya penginapan sudah dipisahkan dari lumpsum. (lebih…)


I’m Moving!

Gambar

Saya pindah!

samawaholic.wordpress.com pindah!

“Jauh gak, Bang?”

Gak jauh, malah makin pendek namanya. Jadi cuma samawaholic.com

“Emang yang dulu kenapa, Bang?”

Gak kenapa-napa, cuman pengen rajin lagi ngeblog (saya gak mau bilang serius, soalnya serius bagi saya adalah ngeblog dapat profit berupa materi – yang untuk saat ini belum berniat).

“Ciyuuuuuuuuus, Bang?”

Gak tau juga. Tapi kan sayang udah beli domain + biaya hosting setahun yang bayarnya pake duit aseli, blognya gak diapa-apain…

 

Thank’s to: Tehnisi Rumahweb yang udah bantuin saya yang newbie ini pindahin konten ke alamat baru. (bukan bantuin sebenarnya, karena kerjain semuanya) hehehehe…


PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 53 TAHUN 2010

TENTANG

DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

 

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan keadaan;

b. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, perlu mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;

Mengingat    : 1.  Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2.  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

MEMUTUSKAN: (lebih…)


Digital Clock


Flash Clock Widgets at Widgia.com


Situs Bersejarah di Kabupaten Sumbawa

1. Makam Sampar
Letaknya tidak jauh dari kota Sumbawa besar, sekitar 1 km arah timur Dalam loka.
Dengan mendaki bukit setinggi 100 m dari Ai-Awak maupun Keban-Lapan kelurahan Seketeng, Sumbawa Besar, kita akan langsung tiba di depan gerbang lokasi perkuburan Makam Sampar.
Situs ini disebut Makam Sampar, karena terletak di atas sampar (daratan di atas bukit).
Sengaja di tempatkan di atas bukit mengikuti tradisi para leluhur yang biasanya membuat makam/perkuburan di atas bukit. Agak berbeda dengan makam-makam disekitarnya karena dimakam sampar ini merupakan kuburan para raja Sumbawa terdahulu bersama ahli kerabatnya.
Meskipun lokasinya diatas bukit, namun tidaklah lebih tinggi dari makam-makam rakyat biasa di sekitarnya. Dan bahkan masih ada makam-makam  rakyat biasa yang berada lebih tinggi dari makam sampar itu sendiri. Makam Sampar dikelilingi oleh batu-batu yang disusun sedemkian rupa seperti tembok setinggi 1 m yang membatasinya dengan kuburan masyarakat biasa.
Siapa nama-nama raja Sumbawa yang dikuburkan di makam sampar tidak dapat ditunjukkan  dengan pasti karena tidak ada tanda-tanda khusus yang dicantumkan pada tiap kuburan. Hal ini terjadi dengan alasan bahwa islam tidak memperkenankan pengkultusan terhadap kuburan.
Sekarang ini disebelah timur Makam Sampar telah dibangun perumahan Bukit Permai, sehingga makin mudah kita mengunjungi Makam Sampar. Untuk mengunjungi kita dapat dipandu oleh juru Peliharanya Ahmad Yani yang tinggal di Keban Lapan Seketeng Sumbawa.

2. Makam Karongkeng
Karongkeng adalah sebuah desa yang berjarak 6 km dari Empang ibu kota kecamatan Empang (107 km dari Sumbawa Besar).
Untuk mengunjungi Makam Karongkeng kita dapat menggunakan kendaran cidomo, sepeda motor ataupun mobil karena jalannya cukup baik. Melalui jalur jalan dari Empang, sebelum memasuki dusun karongkeng ada tanjakan sepanjang 50 m. pada akhir tanjakan sebelah kanan terlihat papan petunjuk Makam Karongkeng. Memasuki areal makam terasa sejuk Karena berada di Lutuk kerimbunan daun pohon asem disekitarnya.
Untuk mendapatkan keterangan dan penjelasan lebih jauh, ada juru pelihara  yang tinggalnya tidak jauh dari makam didalam dusun karongkeng yang bernama Ipok (Fatimah) ibunya Adnansyah. Mereka adalah keturunan juru pelihara makam terdahulu. Dari profil makam terlihat bahwa jasad yang terkubur ditempat itu bukanlah orang sembarangan. Beliau adalah H. Abdul Karim (Haji kari) seorang penyiar/mubaliq islam. Beliau adalah tokoh yang memiki karamah, karena konon beliau pergi dan pulang ke mekkah tanpa melalui perjalanan yang biasa. Abdul Karim adalah anak dari keluarga biasa, namun Allah mentaqdirkanya dengan ilmu dan karamah sehingga beliau mengembangkan islam di Sumbawa bagian timur jauh sebelum raja Sumbawa masuk islam di tahun 1623. Sayangnya kita tidak dapat mengetahui secara pasti masa kehidupan Abdul Karim.

3. Situs Ai Renung

Situs Ai Renung

Situs Ai Renung

Situs Ai Renung adalah situs pertama yang ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Penemunya adalah Dinullah Rayes dari Kabin Kebudayaan Kabupaten Sumbawa tahun 1971 bersama Drs. Made Purusa dari Balai Arkeologi Denpasar serta tenaga ahli dari pusat Arkeologi nasional yang melakukan penelitian pertama. Pada penelitian pertama ditemukan hanya tiga buah sarkofagus, lalu setelah dilakukan penelitian yang berkelanjutan, sampai saat ini sudah ditemukan tujuh buah sakofagus (kuburan batu).
Disebut situ Ai renung Karena berada dikompleks persawahan Ai-renung dekat kampung Ai Renung (waktu itu). Seluruh lokasi tersebut berada dalam wilayah Desa Batu Tering kecamatan Moyohulu. Setelah dilakukan pemugaran, situs Ai Renung sebenarnya sudah dapat dijadikan obyek wisata budaya. Tetapi karena tidak ditunjangnya dengan pembangunan jalan raya ke lokasi situs, maka obyek menjadi jarang dikujungi orang.
Tetapi tidak jarang juga para mahasiswa dan peneliti asing datang ke Ai Renung, terlebih mahasiswa arkeologi.
Padahal lokasinya sangat memungkinkan untuk dukembangkan menjadi obyek wisata, baik wisata budaya, alam
(wana-wisata), camping dan lain-lain.
Untuk datang ke Ai Renung yang berjarak 5 km dari Batu Tering (30 km dari Sumbawa besar). Sebelum memasuki gerbang Desa Batu Tering, ada simpang jalan ke kanan arah selatan. Dari itu jalan kaki sejauh 5 km yang ditempuh selama 1 sampai 1,5 jam. Bagi yang nekad boleh saja naik motor karena jalan menanjak dan berbatu-batu, namun kendaraan tidak boleh dibawa masuk ke lokasi situs Karena akan mengganggu kelestarian benda cagar budaya.
(lebih…)