Sinis Menatap Dunia…

Sumbawa, Kaya Geowisata Miskin Promosi

TANPA dinyana ternyata Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki kekayaan geologi yang luar biasa. Potensi itu kini dikembangkan menjadi obyek wisata minat khusus, geowisata.
Nama geowisata memang masih asing di telinga penduduk Indonesia. Istilah kurang populer, kurang ngetop dibandingkan dengan ekowisata. Padahal di Amerika Serikat, geowisata identik dengan ekowisata.
Bahkan, belahan dunia lain geowisata ditempatkan sebagai bagian dari wisata alam minat khusus yang prinsipnya mengikuti kaedah-kaedah ekowisata dan geowisata, sebagai bagian dari ekowisata harus tunduk pada prinsip-prinsip berwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Apalagi kecenderungan wisata kembali ke alam atau “back to nature” memberikan peluang pemberdayaan potensi fenomena alam geologi sebagai tujuan wisata alternatif. Dan Geowisata sebagai salah satu kegiatan wisata alam merupakan suatu konsep wisata yang ramah lingkungan, menyuguhkan pemahaman proses kebumian yang berhubungan dengan keunikan dan kelangkaan fenomena alam tersebut sebagai sebuah daya tarik wisata.
Memang penyelenggaraan wisata alam geologi ini memerlukan panduan, pengaturan dan pengawasan yang memadai untuk menjamin keselamatan, kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan jenis geowisata ini.
Untuk menggapai itu, Sumbawa kini berjuang keras. Berbagai langkah ditempuh dengan start dari awal yakni melakukan inventarisasi. Hasilnya di Sumbawa terdapat 10 titik lokasi geologi yang memiliki potensi geowisata, yakni:

  • Pantai Batugong di Desa Labuan Badas, Kecamatan Badas
  • air terjun Aikbeling di Dusun Kuangmo, Desa Sempe, Kecamatan Moyohulu.
  • geowisata perbukitan Tarakini di Desa Lenangguar, Kecamatan Ropang,
  • Air Terjun Tebamurin di Dusun Brangrea, Desa Lenangguar, Kecamatan Ropang
  • obyek wisata Liang (goa) Petang di Desa Batutering, Kecamatan Moyohulu.
  • Potenasi geologi lainnya adalah Pantai Tanjung Menangis di Dusun Omo, Desa Panyaring, Kecamatan Moyohilir
  • mataair panas di Dusun Simu, Desa Maronge, Kecamatan Lape Lopok,
  • air terjun Mata Jitu di di Pulau Moyo,
  • Goa Tanjung Pasir dan
  • Goa Aik Manis.

Sayang, kekayaan Geowisata di Sumbawa belum bisa terangkap, dijual ke wisatawan mancanegara yang kini cenderung memegang prinsip berwisata ‘back to nature’. Sayang, Pemda Sumbawa tidak punya dana cukup untuk promosi, publikasi apalagi membikin brosur dan menyebarkan ke kedutaan yang harus ada dana besar. Ibarat pepatah ‘nafsu besar dana kurang’ yang kini menyelimuti pariwisata Sumbawa.
Siapa yang mau membantu, siapa yang peduli. Ternyata teriakan ini sudah diteriakan berulangkali. Sayang nggak ada yang dengar, termasuk pusat yang membawahi pariwisata. Menyedihkan memang. (Endy)

Sumber: Wisatanews

Diposting di Big Zhambava, temen2 kantor udah pada pulang ngejar “Romong” :-).

Sodara, adakah kau berminat ber-Geowisata di Sumbawaku tercinta?

Iklan

7 responses

  1. kalau bisa kita jangan lagi mengkritik cobalah cari cara bagaimana kita mempromosikan kekayaan yang dimiliki samawa kita tercinta…….mungkin bisa dimulai dari instansi-instansi terkait pang samawa agar mereka juga mau memikirkan itu……begicuu……

    7 Maret 2009 pukul 7:49 am

  2. @ imam
    kritik adalah bagian dari demokrasi, apalagi kritik membangun… jaman diktator udah lewat, mas imam! baca saja postingan di https://samawaholic.wordpress.com tentang samawa lewat foto2nya, walaupun kebanyakan blom diupload… gimana!?
    thank’s 4 visiting…

    7 Maret 2009 pukul 8:04 am

  3. mOo

    seLain kuRangnya pRomOsi,,,,transportasi untuk ke wisatanya juga susah

    saya pernah ke “ai beleng”,,,beh g da transportasi,,jalannya rusak

    baYangkan jaLan darI bRang Rea sampai ai beleng (puLang perGi) n’ haNya untuk nYri sarkoFagus yang akhirnya gak ketemu n qt dah mpe desa paling ujung

    wkwkwkwkwkwk,,,,,,,,,(3 hari gak bisa jaLan,,,,,kaki sakit badan pegel)

    13 Maret 2009 pukul 10:48 pm

  4. @ m0o
    gak tau juga program pemkab tuh bagaimana masalah infrastrukturnya… jalan dalam kota makin ditebalin, akses ke lokasi pariwisata gak diurus2 :-(. berdo’alah semoga Samawa kedepan makin baik.
    btw, thank’s 4 visiting…

    13 Maret 2009 pukul 11:06 pm

  5. Andy

    idem sama mr.mOo……
    promosi, transportasi & fasilitas…..sangat2 kurang sekali…..padahal klo tmpat2 wisata itu di perhatikan/diurus kn lumayan bisa nambah duit pemda (asal jngan di korupsi aja)….

    17 Maret 2009 pukul 12:54 am

  6. @ Andy
    mOo is ladies. beautiful ladies. semoga yang punya nama nengok lagi kesini :-D.
    tau’ deh pemerintah maunya gimana… kuncinya sih sebenarnya di pembuat keputusan. kalo pembuat keputusannya gak punya interest, mau apa lagi?

    17 Maret 2009 pukul 11:08 am

  7. tempat rekreasi di sumbawa pada dasar indah dan natural,,,,, akan tetapi tempat tersebut hanyda 25% memliki nilai jual di mata masyarakat atau wisatwan asing,,,mungkin ini de sebabkan oleh pemerintah yang kurang memperhatikan sarana da prasarana tempat tersebut termksud tempat tempat yang sangat sulit di jangkau oleh wisatawan padahal memiliki nilai jual yang bgitu tinggi,….sumbawa memang kaya dengan sumber daya alamnya,,, apa lagi sekarang bnyak muncul muncul lokasi yang terkandung EMAS…..SALAH SOPO HIJRAH NE,,,,,, “mala leng mama lauren dunung,,, klo mau cari uang,,,, carilah uang ke sumbawa “

    1 Agustus 2010 pukul 7:26 pm

Tinggalkan Komeng Pliiiis. Karena komeng sebagian dari Ngeblog :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s