Hmm… Sebuah bukti kebobrokan moral kembali ditunjukkan pelajar yang nota bene adalah generasi penerus bangsa. Bukan berita bagus untuk dikabarkan sebenarnya. Tapi didiamkan tidak akan membawa pengaruh yang positif dan efek jeranya juga tidak akan ada. Apa yang kurang dari kejadian ini? Perhatian Orang Tua/orang terdekat? Guru dan pihak sekolah yang dalam sistem mendidiknya kurang efektif? atau memang mental pelajarnya sendiri yang bobrok? Walahuallam.
Berita lengkapnya dari Harian Umum Gaung NTB:
Taliwang, Gaung NTB – Masyarakat Kota Taliwang dalam satu minggu terakhir ini dihebohkan oleh beredarnya video mesum sepasang pelajar yang diduga kuat siswa sebuah SMA favorit di ibu kota Sumbawa Barat itu.
Video berdurasi cukup panjang—sekitar 21,29 menit itu sangat mudah dijumpai di ponsel milik masyarakat dan bahkan pelajar.
Dari penelusuran Gaung NTB, diduga pelaku adalah siswa dari sekolah yang sama. Pelaku laki-laki merupakan siswa kelas 3 yang baru saja mengikuti Ujian Nasional (UN) dan pelaku perempuan merupakan siswi kelas 1.
Dari tempat yang terlihat dalam video, adegan mesum dua oknum pelajar itu dilakukan di kamar kost-kosan, beralas kasur yang digelar dilantai. Video mesum itu sengaja dibuat karena sebelum adegan layak sensor itu berlangsung, pelaku pria sengaja menempatkan ponsel beresolusi tinggi yang digunakan untuk merekam adegan itu dilantai. Si pria masih menggunakan baju seragam SMA dengan motif batik, sedangkan si perempuan menggunakan jaket warna merah dan celana panjang hitam.
Adegan yang dilakukan dua siswa itupun tergolong yahud, karena dilengkapi dengan adegan pemanasan dan tidak terkesan terburu-buru layaknya pemula.
Dari situasi saat adegan mesum itu berlangsung, aksi kedua pelajar itu didalam kamar tidak mereka berdua saja yang tahu, karena saat keduanya asik bercumbu, beberapa kali terdengar pintu kamar diketok dari luar.
Dari ekspresi kedua pelaku yang berbicara dalam bahasa campuran (Indonesia dan Taliwang), dapat disimpulkan bahwa yang mengetuk pintu itu adalah rekan keduanya.
Dari bahasa itupula, meski secara umum adegan syur dua siswa tersebut tidak terlalu jelas namun hampir dapat dipastikan bahwa pelaku orang adalah orang lokal. Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KSB yang dikonfirmasi terkait peredaran video mesum itu menyatakan, sampai saat ini bersama pihak sekolah masih menyelidiki kebenaran apakah kedua siswa dalam video itu adalah siswa sekolah bersangkutan. Namun Kadis Dikpora H Ramli Ahmad SPd mengakui pihaknya telah memanggil kepala sekolah yang diduga tempat menuntut ilmu kedua pelajar itu.
“Kepala sekolahnya sudah kami panggil. Kami minta agar menyelidiki kebenaran kasus ini. Kami juga belum bisa memastikan apakah itu benar siswa kita atau tidak, karena kita tidak bisa lihat dengan jelas wajah kedua siswa itu,” papar H Ramli.
Mantan Asisten Tata Praja Setda KSB itu juga mengakui dari penulusuran sementara banyak pihak yang membenarkan bahwa kedua siswa yang beradegan mesum itu adalah siswa-siswi SMA bersangkutan.
“Kabarnya siswi itu telah mengaku kepada orang tuanya. Tapi kami tetap belum bisa memastikan karena dinas belum bertemu dengan si wali murid,” timpalnya.
H Ramli sendiri merasa kasus peredaran video porno siswa itu merupakan pukulan berat bagi dunia pendidikan di KSB. Karena itu pihaknya telah meminta kepada masing-masing sekolah untuk lebih mengintensifkan pengawasan terhadap siswa dan akan melakukan kegiatan razia Ponsel siswa bekerja sama dengan Sat Pol PP.
Informasi lain yang didapat Gaung NTB, siswi pelaku adegan mesum itu telah resmi dikeluarkan dari sekolah tempatnya menuntut ilmu. Pihak sekolah sendiri hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Sementara pelaku pria dikabarkan telah berangkat ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan karena baru saja menyelesaikan UN.
Kapolres KSB yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Gunarko, SIk mengatakan telah mengetahui peredaraan video mesum yang diperankan pelajar asal salah satu SMA di Taliwang itu. Tetapi pihaknya semetara ini hanya melakukan penyelidikan untuk memastikannya. Apalagi informasi yang didapat Kepolisian kasus tersebut telah ditangani oleh pihak sekolah. “Belum ada laporan keberatan. Tapi kami tetap tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan,” ujar Gunarko.
Filed under: Ada-Ada Saja , Video Mesum Pelajar, Video Porno Pelajar





loq yu seh,,harus di berantas abis.alx merusak nama daerah z,,malu2n….xxx
Fira ngerasa malu benget ma temen-temen di Bandung ngedengarin berita ini, palagi ne dari SMAnya Fira, tempat fira menuntut ilmu. Fira berharap agar hal yang seperti ini tidak terjadi lagi. tolong juga tempat-tempat yang gelap yang bisa dijadiin tempat mesum dilegalisir seperti di KTC,di pasangin lampu2 kalau ada yang 10000watt karena mungkin yang hal yang lebih dari ini bisa terjadi kalau tidak di tindaklanjuti. Makasi Atas perhatiannya terutama untuk kabupaten baru KSB.
itu br yg ketuan mkn msh bnyk video2 anak muda yg tak senonoh
masih banyak kok. dan perlu diingetin bahwa menghukum pelaku, bukan pemecahan masalah. cabut akar masalahnya………..ciao
kembangkan gaya kalian……..
adekm te uyeng….. sik dengan loek….
ye kemelek.. kdoa’m aneh kanak…..
tyee…. aram pade adon sekolah kanak,,,,!!!!!!
kalian di sekolahkan supaya mejadi orang yang berguna bagi bangsa kalian,,,, khususnya daerah kalian yang tercinta ini( ksb )
uli11,,, aok aneh km adont km yak dait…..
bapa te ling isikm…….
ikutan donk…………..
-gitu lagi gitu lagi..gitu lagi
-akhlak dan moral semakin rontok
-salam
ck….ck…ck salut deh ma sman 1 taliank.kami alumni mrasa terharu jg ne dengerin tragedi trsbt…bukan dunia pendi2kan yg menonjol,sebaiknya pendidikan moral juga perlu diterapkan hal yg kcil jg dbkin enteng.bravo….
hebat banget tuh…malu-maluin sekolah aja…tapi sebagai masyarakat ksb, kita ndah boleh menyalahkan mereka 100 % lah.
dari permasalahan ini seharusnya kita tidak mencari kambing hitam malah akan menambah masalah. kalau boleh dibilang semua memiliki tanggung jawab mulai dari keluarga yang memang asal dari anak tersebut, gurunya di sekolah dan juga masyarakat dalam menjaga lingkungannya. disinilah dapat saya katakan bahwa pendidikan anak terutama bagi orang tua, anak tidak hanya difokuskan pendidikannya pada asfek kognitif saja, melainkan asfek afektif (nilai), dan psikomotor (skill) untuk menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak. oleh karena itulah sekarang pendidikan kita dalam semua mata pelajaran guru diharuskan memasukkan konsep religius dalam mengajar anak didik. siapa lagi yang peduli, kalau bukan kita sendiri putra daerah. tetap semangat!!! tidak ada manusia yang sempurna, tapi sebisa mungkin kita menjauhi apa yang bisa merugikan kita sendiri. thanks
permasalahan ini merupakan bagian dari danpak globalisasi modern:semakin banyak budaya yang baru akan datang pula pola pikir yag bejat pula. untuk itu diperlukan pengawasan ketat, yang semata-mata untuk menjaga nama baik ras tau samawa. untuk melawan semua itu diparlukan peningkatan sareat islam yang kokoh.
“gag apa-apa pacaran asal sebagai motivasi untuk belajar” perkataan oleh salah seorang guru SMA ternama di TALIWANG. Motivasi ini yang memberi alasan jalan keluar agar mereka dapat melakukan hubungan (pacaran). emang kalo pacaran bisa menjwab soal, apa dengan pacaran bisa juara terus apa, kan gag. padahal ISLAM mengajarkan TAA’RUF (perkenalan), ISLAM tidak mengajarkan melaukan hubungan personal(pacaran).
oh. . . . . . . teman2q yg baik makasih atas smuax kalian udah membuat swatu hal yang sangat baik kembangkan lagi ya. . . ???
kmrn cwok yg brbwt skrng cwekx lagi sbnrx kalian maux apa sich…?????
Mula tau taliang nan srea sok tau.gaya ke sombong nongka bau ilang.sepan diri ade paling bermartabat tp knyata’an apa yg terjadi,malah sbaliknya. Perlu pengawasan orang tua berserta guru di perketat agar kejadian yg gak bermoral ini gak akan terjadi lagi.mu sama Totang srea newmont nan ya parak masa waktu yg bernang.na nene sama poya2 totang nawar apa ya ade nene harapkan!
klo mo gtuan ngajak aq donk
wah………..sekengila tau teliank…
tken sak bae lok vidio sok o…
sok semata mo….
so bua rjin smbyang,insyaallah tu terhindar kman gawe lenge2….okz chuyz
yang di pertegas adalah pendalaman iman dan pembinaan ahlag baik internal maupun eksternal, sebab ini nggak bisa disalain sekolah saja tetapi peran keluarga juga penting supaya ksb dalam motto pariri lema bariri balangan.